Kesaksian kekal

Kesaksian Kasih Kekal
Links
Kasih Kekal
Lahir Baru Kasih Kekal
JURNAL Kasih Kekal
HENING Kasih Kekal
Milis Kasih Kekal
Archives
May 2005
August 2005
April 2006
September 2006
November 2006
December 2006
August 2007
January 2008
Soli Deo Gloria

January 01, 2008Tuhan Beserta Studiku
Oleh Hetty Sagala Copyright (c) 2008 Hetty Sagala

Syalom kak…..

Saya pengen menceritakan kasih Bapa yang saya alami..

Agustus 2006, saya mulai penelitian untuk skripsi. Penelitian di lapang selama 100 hari, kemudian menulis hasil dan pembahasan. Dengan perjalanan yang panjang, bulan Maret 2007, saya diperbolehkan untuk seminar hasil dan tanggal 29-nya ujian compherensip. Bulan April tanggal 27, saya dinyatakan lulus dan dapat gelar Sarjana Pertanian (SP). Akhirnya……

Selesai judisium, Tuhan bilang “jangan cari kerja dulu anakKu sampai bulan Agustus. Saya belajar TAAT, karena saya ngerti itu yang Tuhan mau.

Tanggal 16-18 Agustus, saya ikut retret di Bandung. Waktu retret ini, Tuhan bilang lagi “AnakKu, kamu diam dulu di Malang yah, ada hal yang akan Ku tunjukkan untukmu”. Lagi-lagi saya mau belajar TAAT pada apa yang Bapa mau.

Tanggal 31 Agustus 2007, saya dapat tawaran beasiswa dari kampus untuk studi S2. Buat saya, itu adalah promosi yang luar biasa dari Bapa. Tapi nggak mau salah ambil keputusan., saya ambil waktu untuk doa puasa. Tanggal 5 September Tuhan bilang “ dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Mazmur 37:4)”. Saya pun meminta pendapat dari keluarga (orang tua, kakak, abang, adek-adek) dan komunitas (gereja).

Karena semua udah setuju dan saya juga mantap dengan keputusan saya, tanggal 13 saya mendaftar dan tanggal 14 test wawancara dan Toefl. Malam sebelum mengikuti test, saya berdoa untuk test. Tapi waktu berdoa, Bapa ingatkan berdoa untuk jiwa-jiwa, dan saya mau belajar TAAT. Pas mau berangkat test, saya doa lagi dan waktu itu pun, Bapa ingatin doa untuk jiwa-jiwa karena Bapa bilang “Aku yang akan membela setiap perkara-perkaramu anakKu”.

Saya pun berangkat test. Dan…………….seperti biasa, saya selalu paling kecil dimanapun. Kali ini, pas ngeliat peserta yang mengikuti seleksi adalah Bapak-Bapak & Ibu-Ibu, spontan saya kecil hati. Tapi waktu itu juga, Bapa bilang “Ketika Aku membuka jalan, gak ada yang bisa menutupnya anakKu”. Karena ada sedikit nervous, saya masuk kamar mandi dan berdoa disana (Ya ampyun…lagi-lagi nih kamar mandi jadi tempat favorit buatku). Trus Bapa bilang “AnakKu, duduklah dan jangan ngobrol dengan siapapun peserta yang duduk denganmu”. Awalnya saya TAAT, tapi saya ajak ngobrol orang yang duduk di sebelah saya. Ternyata dia baru lulus juga S1. Tapi sayang, obrolan kami jadi celah buat iblis. Langsung saya minta ampun sama Bapa dan memutuskan untuk diam. Gak lama sesudah itu, giliran saya untuk diwawancara. Sekitar 15 menit saya diwawancara, lalu saya pulang. Pas di jalan Bapa bilang lagi “Aku tau kemampuanmu anakku, Aku yang berperang bersama denganmu”. Gak tergambarkan perasaan hatiku waktu itu….mataku berkaca-kaca…

“Ya Tuhan… saya mau belajar TAAT aja sama apa yang Bapa bilang, karena tujuan hidup saya ialah menyenangkan Bapa”. Karena masih ada banyak waktu, saya belajar sebentar. Jam 1 saya berangkat test Toefl. Lagi-lagi….waktu test, Bapa ingatin berdoa untuk jiwa-jiwa karena Aku yang membela setiap perkaramu anakKu”. Belajar TAAT itulah yang saya pilih. Akhirnya test selesai dan saya buka puasa.

Di masa-masa menunggu pengumuman…yang saya lakukan ialah menjangkau jiwa-jiwa buat Tuhan dan siapin diri untuk mengerjakan banyak hal-hal yang besar dari Bapa. Waktu itu juga, ada banyak penerimaan CPNS, rasanya pengen masukin lamaran…Tapi Roh Kudus bicara kuat sekali bilang “Jangan”. Beberapa lowongan terlewatkan dan mengira saya menang dari itu semua. Tapi, ternyata belum. Waktu itu ada penerimaan CPNS Lipi dan saya pengen ikut. Lagi Tuhan bilang “jangan”. Saya bilang “Tuhan saya cuma coba aja, gak diterima juga gak papa kok”. Dia Bapa yang gak pernah berhenti untuk mengajar. Pas foto saya gak bisa masuk via internet untuk registrasi dan akhirnya saya gak bias daftar CPNS LIPI.

Tanggal 12 oktober, saya janjian dinner dengan teman. Saya pesen mister penyet dengan ayam gak pake sambel. Pas lagi di kasir, HP saya bergetar dan ternyata itu adalah telpon dari pihak kampus.

Sesudah pembicaraan itu, saya berteriak histeris. Saya benar-benar ngerti….Tuhan yang berperang dalam setiap perkara saya ketika saya memutuskan untuk taat dan selalu memikirkan apa yang membuat dia tersenyum. Saya mengerti….ketika saya memikirkan dan terus mengerjakan apa yang menjadi isi hati Bapa, disitulah Dia memikirkan kebutuhan saya dan memberikan yang terbaik buat saya, bukan ketika saya sibuk dengan kepentingan sendiri. Sekali lagi aku mengalami FirmanNya dalam Matius 6:33. “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Segala berkat penghidupanku Bapa yang fikirkan. Dia tau, bahkan lebih dari apa yang saya butuhkan.

Yes…yes…yes….Thanks God dan habis itu saya gak bisa bilang apa-apa lagi. Bersyukur dengan semua rancanganNya. Luar biasa pekerajaan Tuhan dalam hidup saya. Dia menepati janjiNya tepat pada waktuNya. Apa yang gak pernah saya fikirkan sebelumnya, itu yang Bapa berikan. Thanks God

Sekarang.. saya udah kuliah lagi. Ada banyak hal juga yang Bapa proses dalam hidup saya selama kuliah ini. Kadang-kadang cuma punya waktu tidur 3 jam. Berat memang, tapi disitulah saya benar merasakan saya gak bisa kalo itu bukan karena Bapa. Di dalam segala kelemahan saya …. saya merasakan kuasaNya nyata. Tolong doakan saya….menyelesaikan kuliah tepat waktuNya Bapa dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas saya di Malang.

Tuhan Yesus memberkati

Hetty Sagala

Posted by: Kasih / 1:24 PM 0 comments
August 01, 2007Anak Saya Tidak Jadi Gugur

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Saya seorang gadis remaja berusia 18 tahun. Kehidupan saya dulu begitu buruk. Saya senang pergi ke diskotik, minum-minuman keras dan merokok. Dalam pergaulan saya yang seperti itu saya berkenalan dengan seorang laki-laki yang berbeda agama dengan saya hingga akhirnya saya hamil dengan pria tersebut.

Saya sangat bingung ketika tahu bahwa saya hamil. Saya berusaha menggugurkan kandungan saya dengan berbagai macam obat dan jamu tetapi tidak berhasil. Hingga akhirnya kedua orang tua saya mengetahui bahwa saya hamil. Mereka sangat marah kepada saya dan memutuskan untuk mengaborsi kandungan saya, namun usaha mereka ternyata gagal.

Akhirnya Tuhan menolong kami melalui hambaNya. Oleh hamba Tuhan itu kami diingatkan akan dosa yang harus kami tanggung bila kami melakukan tindakan aborsi dan menyarankan kami untuk pergi ke Yayasan Pondok Hayat. Akhirnya sayapun dibawa ke Pondok Hayat.

Di sini saya diterima dengan baik, saya merasa kerasan apalagi banyak teman-teman yang senasib dengan saya. Saya tidak merasa sendirian menanggung semua ini. Saya juga terus dibimbing dalam kerohanian saya, agar saya hidup dekat dengan Tuhan, minta pengampunan dari Tuhan atas dosa perzinahan yang telah saya lakukan dan juga mengampuni orang yang telah menyakiti saya. Pagi-pagi sekali, dan malam sebelum tidur selalu diadakan Doa bersama para pasien dan para pengerja. Di situ kami selalu disampaikan mengenai kebenaran Firman Tuhan, seminggu sekali ada Persekutuan doa. Dari situ saya benar-benar merasa dikuatkan oleh Tuhan dan hidup saya benar-benar diubahkan. Dalam hal jasmanipun kami (saya dan teman-teman senasib) juga terus diperhatikan, mulai dari kesehatan saya dan kandungan saya, makanan saya bahkan sampai kebersihan badanpun tak luput dari perhatian para pekerja di situ.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan telah menempatkan saya di Pondok Hayat, saya percaya ini bukan suatu kebetulan melainkan ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah buat hidup saya dan juga bayi yang ada dalam kandungan saya.

Tuhan begitu mengasihi saya, sehingga ketika tiba waktunya saya untuk bersalin, saya bisa melahirkan dengan lancar tanpa terlalu lama merasakan kesakitan. Sampai-sampai bayi saya sudah keluar padahal bidannya belum datang. Tapi untunglah para pekerja disini sudah terbiasa, jadi merekalah yang menolong proses kelahiran anak saya sebelum bidan datang. Bayi yang sehat dan cantik, tiada kata lain yang terucap dari bibir saya kecuali ucapan syukur kepada Tuhan atas semua yang Dia kerjakan dalam hidup saya.

(Disaksikan oleh Ayu bukan nama sebenarnya)

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2007 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 1:11 AM 0 comments
December 01, 2006Batu di Jalanan DipungutNya, Dijadikan Perhiasan Bagi KemuliaanNya
Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Tidak pernah terlintas di pikiran saya, kalau saya harus mengalami hal yang sangat menyakitkan dalam hidup saya. Saya sudah dewasa, merasa gagal segala-galanya semenjak saya tahu bahwa saya hamil (usia kehamilan sudah 5 bulan). Semula saya langsung punya pikiran untuk menggugurkannya, saya minum pil-pil terlambat bulan dan macam-macam tapi semua itu tidak menghasilkan apa-apa.

Saya bingung dan harus bagaimana, lari pada siapa, ayah dari bayi yang saya kandungpun tidak mau peduli dengan keadaan saya, tapi dia sempat memberikan brosur mengenai Pondok Hayat. Setelah saya membacanya, kemudian saya mengambil keputusan untuk tinggal di Rumah Singgah ‘Graha Pondok Hayat”. Saya merasa aman, dan di Pondok Hayat saya tak pernah kurang suatu apapun. Disana pula banyak pengajar-pengajar, yang bagi saya, memberi kekuatan agar saya bisa menerima kenyataan yang ada. Saya berdoa dan mohon ampun pada Tuhan atas semua dosa-dosa saya, terlebih juga untuk apa yang saya akan lakukan dan usaha saya untuk menggugurkan (baca: membunuh bayi saya).

Hari berganti hari saya lalui, dan sampailah pada perjuangan untuk bisa melahirkan anak saya dengan selamat. Kasih Tuhan sangat besar bagi saya. Pada saat saya melahirkan saya merasakan Tuhan bersama dengan saya. Tuhan sungguh mengurangkan rasa sakit yang harus saya alami, sampai kemudian semua berjalan baik (Ratapan 3:58).

Setelah melahirkan, saya mengalami sebuah pergumulan lagi, karena saya dihadapkan pada 2 pilihan yaitu mengambil (memelihara) anak saya atau saya serahkan pada Pondok Hayat.

Melalui pergumulan bersama Tuhan, pada akhirnya saya memilih untuk menyerahkan anak saya pada Pondok Hayat, walaupun terus terang saat itu hati saya sangat hancur karena saya harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga, dia-lah bayi yang pernah saya akan bunuh, tetapi oleh pertolongan Tuhan dia selamat! Tapi saya lebih memikirkan nasib anak saya daripada kepedihan hati saya, saya berusaha tidak egois! Anak saya punya masa depan-nya! Yang lebih baik kalau diasuh oleh orang tua yang lengkap (ayah&ibu), dan saya yakin pengurus Pondok Hayat akan memilihkan bagi anak saya orang yang tepat! Saya rela demi kebahagiaannya.

Waktu terus berlalu dan pimpinan Tuhan tidak pernah berhenti, ada maksud yang indah di balik kepahitan yang saya alami, Tuhan berkehendak saya untuk tetap tinggal di Pondok Hayat membantu pekerjaan Tuhan disana. Sungguh saya bersyukur kalau akhirnya saya boleh terlibat dalam pekerjaan Tuhan yang besar ini. Di Pondok Hayat saya belajar banyak hal, dan yang terpenting adalah tentang “mencintai sebuah kehidupan”. Tuhan memimpin, sekarang saya mulai membentuk vocal group Pondok Hayat. Semua berkat dorongan dan nasehat seorang guru psikologi supaya saya semakin maju (menata kehidupan kembali, memberi hidup ini buat Dia). Dengan karunia-karunia yang Tuhan berikan, Tuhan ingin saya mengembangkan talenta yang Ia berikan, puji Tuhan sampai hari ini Dia menyertai, semua karena kasih Tuhan Yesus.

Untuk pertama kalinya vokal group ini tampil, memuliakan Dia di GBT Perak, lalu dalam pelayanan ke Kraksaan, kemudian di GKI Diponegoro, dan GKPB MDC. Saya yakin Tuhan akan semakin berkarya lebih lagi dalam hidup saya. Kuncinya : Buang segala kepahitan, perlu pemulihan dari Tuhan sendiri, baru Dia mengerjakan sesuatu. (Filipi 3:13b-14). Saya tahu, Tuhan telah memungut batu di jalanan dan memolesnya dengan seksama untuk dijadikan perhiasan bagi kemuliaanNya. Puji Tuhan.

R.

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 12:03 AM 0 comments
November 01, 2006CLICK!

Oleh: Sermawati Tanudjaja. Hak Cipta (c) 2006 Sermawati Tanudjaja. Dilarang keras untuk mengutip, merubah dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin penulis.

CLICK ! ( By Sermawati Tanudjaja )

Tulisan ini bukan resensi film ataupun promosi film dengan judul yang sama, walaupun memang saya mendapatkan inspirasi dari film tersebut.

Film ini menceritakan tentang Michael Newman yang karena begitu disibukkan oleh pekerjaannya, dia ingin memiliki sebuah remote control yang sekaligus bisa berfungsi untuk mengatur beberapa alat, seperti TV, Fan, Pintu garasi dll. Ketika dia sampai di department store, dia menemukan remote yang dicari, “ Universal Remote “ tanpa perlu membayar harganya, hanya syaratnya dia tidak boleh mengembalikan remote tersebut. Yang tidak disadarinya ternyata, alat tersebut tidak saja mengatur beberapa alat yang dimilikinya, tapi juga bisa untuk mengatur hidupnya. Imagine, guys !

Ketika dia menyadari hal itu, dia senang sekali, dia tidak perlu mendengarkan omelan istrinya dengan menekan tombol fast forward, bahkan dia bisa melihat kembali saat-sat membahagiakan dalam hidupnya dengan menekan tombol rewind ! Begitu juga untuk saat-saat yang menunggu promosi yang lama, dia cukup ‘skip’ saat penantian itu sehingga…buzz dia tiba di saat promosi dengan pestanya.

Walaupun mulanya dia begitu senang mempunyai remote yang sangat bermanfaat, akhirnya dia kehilangan moment-moment penting bersama keluarganya, perkembangan anak-anaknya, bahkan pemakaman ayahnya dan saat istrinya menceraikannya. Ketika penyesalan itu tiba, sudah terlambat baginya karena dia terlalu banyak menekan tombol skip atas kehidupannya.

Untungnya semua itu hanyalah “impian” yang dialaminya saat tertidur di department store yang dikunjunginya, sehingga ketika dia benar2 menerima hadiah berupa remote control persis seperti yang diimpikannya selama ini, dengan bijaksana dia membuang remote tersebut ke tempat sampah.

Terlepas dari banyaknya kelucuan bahkan kekonyolan adegan-adegan slapstick sepanjang film diputar, ending film ini cukup mengharukan dan menguras airmata saya (He..He..gak kebayang kalau nonton film lucu, malah nangis !).

Ada 2 hal yang menggugah dan membuat saya merenung :

Betapa seringnya kita ingin mengatur kehidupan kita seperti yang kita inginkan. Harus diakui, siapa sih yang tidak kepingin hidupnya bahagia terus, tanpa mengalami kesedihan? Siapa sih yang gak mau dapat berkat? Siapa sih yang gak mau hidup tanpa menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi? Tapi kita seringkali lupa bahwa “…. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8 : 28). Kita gak sadar bahwa Tuhan tahu setiap hal yang telah dan akan kita alami, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita begitu saja. Jika Tuhan mengijinkan kita mengalami hal2 yang menyedihkan, Dia memberi kita kekuatan untuk melalui hal tersebut, sehingga ketika ada saudara/i kita yang juga mengalami hal itu, kita bisa memberikan dukungan, penghiburan dan ikut berempati karena kita punya pengalaman mengatasi masalah itu.

Michael Newman, sang tokoh dalam film itu seringkali tanpa disadarinya menyakiti hati orangtuanya, terutama sang ayah. Saat ayahnya ingin makan bersama, ia menolak dengan alasan sibuk, bahkan tanpa sengaja ia membentak ayahnya karena ayahnya berusaha membujuknya. Sehingga ketika ayahnya meninggal Michael merasa sangat menyesal karena melewatkan saat-saat bersama sang ayah, bahkan tanpa pernah mengatakan “ I love you daddy !” Tapi penyesalan yang datang terlambat tidak ada gunanya. Karena saya pernah mengalami saat kehilangan ayah, saya merasakan banget kesedihan yang dialami Michael saat ditinggal ayahnya, walaupun saya sempat mengatakan bahwa saya mengasihi ayah saya ketika dia mengalami koma, tetap saja ada rasa penyesalan karena tidak berusaha menjadi anak yang membahagiakannya. So, guys, jangan anggap remeh waktu yang berlalu, karena kita gak tahu berapa lama lagi kita masih bisa bersama ortu kita di dunia ini. Yang masih memiliki orang tua lengkap, bersyukurlah ! Rawat mereka di masa tuanya, doakan mereka agar diberi kesehatan, bahagiakan mereka saat mereka masih ada bersama kita, tunjukkan bahwa kita menyayangi mereka. Saya pernah baca survey yang dilakukan terhadap orang-orang Indo, dan hasil survey menunjukkan bahwa ada 3 kalimat yang paling sulit dikatakan oleh kita. Bisa kalian terka apa kalimat2 itu? Yang pertama adalah “I love You”, kedua “I’m sorry” dan ketiga “Thank You”. Pertama kali saya baca, reaksi saya, “Masa sih?”. Kemudian saya baca uraiannya dan memang benar setelah saya renungkan, mungkin karena budaya kita juga, orang2 Indo bukan orang-orang yang ekspresif, yang bisa dengan mudah memeluk orang tua kita untuk bilang, “ I love you,mum” atau “I love you,dad “. Berat ya, untuk mengucapkannya ? Setidaknya kita tunjukkan saja dengan sikap kita perbuatan kita bahwa kita mengasihi mereka, karena perkataan saja tanpa perbuatan juga percuma.

Itulah 2 hal yang dapat saya simpulkan dari film itu. Well, saya pikir kita bisa kok menarik pelajaran dari film2 sekuler dan Tuhan bisa pakai segala macam media untuk menyampaikan pesan. Mari kita belajar bersyukur atas segala yang kita alami ( susah sih memang, tapi coba kita mulai saja ), berserah pada Dia yang mengatur hidup kita. Sehingga pada saatnya segala hal yang terjadi dalam hidup kita, saat jatuh bangunnya hidup kita bisa menjadi pelajaran berharga bagi orang lain yang mengalami hal yang sama………

Oleh: Sermawati Tanudjaja. Hak Cipta (c) 2006 Sermawati Tanudjaja. Dilarang keras untuk mengutip, merubah dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin penulis.

Posted by: Kasih / 1:22 AM 0 comments
September 01, 2006Tangan Tuhan di dalam Hidupku

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Aku seorang gadis yang hamil di luar nikah (dengan pacar). Begitu aku telat datang bulan, aku langsung periksa dan dokter mengatakan aku positif hamil. Saat itu aku bingung sekali, aku mengatakan ke pacarku dan dia marah sekali. Tanpa sepengetahuanku dia meninggalkan aku begitu saja.
Karena takut kehamilanku diketahui bosku, aku keluar dari pekerjaanku. Aku tidak berani pulang karena takut keluargaku marah, akhirnya aku kost. Semakin hari perutku semakin besar, aku semakin bingung. Karena keputusasaanku aku berusaha menggugurkan kandunganku. Aku meulai mengkomsumsi obat-obatan, mulai dari yang murah sampai yang mahal dan juga ke dukun beranak, namun semuanya tidak berhasil. Akupun pergi ke dokter kandungan untuk kiret, biayanya sangat mahal dan aku harus membayar uang muka sebesar Rp. 500.000,-. Pada saat masuk ruangan untuk kiret, aku melihat darah satu ember penuh dan karena takut aku tidak jadi kiret.

Di rumah aku putuskan untuk minum jamu-jamuan dan alkohol yang khusus untuk menggugurkan kandungan sampai akhirnya bukan janinku yang gugur malah aku yang masuk rumah sakit karena kehilangan cairan. Setelah keluar dari rumah sakit, aku hanya bisa menangis dan menyesali nasibku. Karena putus asa aku berusaha bunuh diri dengan minum baygon, karena Tuhan masih sayang akupun selamat.

Hingga suatu siang karena lapar aku membeli nasi bungkus, ternyata Tuhan mempunyai rencana yang indah, di dalam bungkus nasi itu diceritakan tentang Pondok Hayat. Setalah itu akupun pergi ke Pondok Hayat dan di luar dugaan aku diterima apa adanya tanpa membeda-bedakan. Selama ini aku memang belum mengenal siapa itu Yesus Kristus dan berkat bimbingan teman-teman serta pengurus Pondok Hayat yang tidak pernah bosan padaku, aku merasakan pemulihan yang luar biasa.

Aku merasakan betapa Tuhan Yesus selama ini sangat menyayangi aku, Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berdosa. Mulai saat itu akupun berdoa dan bersyukur karena Tuhan begitu baik padaku, Dia tidak memberikan hambaNya hidup dalam kegelapan. Di sini aku dapat merasakan ketenangan dan kedamaian yang selama ini belum pernah aku rasakan. Aku percaya tiada yang mustahil bagi Tuhan Yesus, apa yang Dia kehendaki, itu pasti terjadi!

In
Jun 2001

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2006 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 12:51 AM 0 comments
April 02, 2006Kulemparkan Roti ke dalam Air Hidup

[dicuplik dari kolom 30 Maret 2006 Jurnal Kasih Kekal jurnal.kasihkekal.org]

Pengkhotbah 11: 1

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.

Saya baru saja membaca sebuah jurnal harian dari seseorang anak muda yang baru saja pulang dari ladang penginjilan di Mozambique, sebuah negara di Afrika bagian Selatan. Ceritanya dan apa yang ia rasakan terasa begitu mirip dengan apa yang saya rasakan di tahun 2001 ketika pulang dari tempat yang sama (Iris Ministry). Pada waktu itu, pulang kembali ke kota kediamanku, hatiku begitu hancur dan sedih. Tidur tidak nyenyak, setiap hal yang kulakukan serasa demikian menjemukan dan tiada arti. Setiap orang yang kutemui, bahkan anak-anak Tuhan, begitu menyebalkan adanya. Sering saya mendapatkan diri ini, minum di sebuah kedai kopi, keren kelihatannya, tetapi hati ini menjerit kepada-Nya. Malam menjadi kawanku, siang terasa terlalu lama.

Hati itu bertanya-tanya bilamana saya akan mendapatkan kehormatan lagi untuk melayani Dia di kalangan yang miskin dan tertolak. “Mengapa aku harus di sini, Tuhan? Mengapa Engkau meminta aku untuk pulang? Aku tahu aku tidak sebanding dengan pahlawan-pahlawanMu yang aku sempat temui di sana. Mereka begitu gagah perkasa dalam-Mu. Muda dan tua, laki-laki dan perempuan, tetapi mereka seperti singa-singa muda, mencabik-cabik dan menghancurkan pekerjaan si jahat. Dan Engkau izinkan aku untuk berperang bersama mereka. Apakah sekarang aku tidak layak? Apakah aku gagal? Memang aku penuh keterbatasan, tetapi mengapa aku di sini? Aku mengasihi-Mu, apakah itu tidak cukup?”

Mengapa saya menceritakan hal yang terlalu pribadi ini? Beberapa tahun sudah lewat dan saya belum mendapatkan kesempatan lagi untuk kembali mengunjungi Mozambique ataupun ladang misi lainnya. Apakah aku tetap sedih? Apakah aku tetap kecewa? O tidak. Hati yang hancur, lambat-laun Ia pulihkan. Time does not heal. Waktu tidak menyembuhkan. Hanya Tuhan Yesus sajalah Penyembuh sejati. Puji Nama-Nya. Hidupku telah dibawa olehNya sekarang demikian jauh dari ladang Tuhan di Afrika. Tetapi puji nama Tuhan, Roh Kudus menuntun supaya saya tetap setia di dalam segala apapun yang Ia perintahkan. Dan ketaatan, dan bukan pengorbanan, bukankah itu yang Ia minta?

Hanya puji syukur yang ada di dalamku. Tak ada penyesalan lagi, tetapi melainkan puji syukur dan kebahagiaan karena Ia kuatkanku untuk tetap setia. Pelayanan-ku sekarang, visi dan misi yang Kekasih-ku berikan kepadaku, mungkin kelihatannya demikian sungguh berbeda. Tetapi saya mengerti, semua sekarang ini tidak kalah pentingnya, bahkan lebih penting, karena inilah yang Dambaan Hatiku mau di hidupku.

Pagi hari ini saya membaca Pengkhotbah 11:1. Tuhan, aku telah melemparkan hidupku di dalam Engkau, Air Hidup. Ampuni aku kalau aku pernah berfikir bahwa roti yang dilemparkan hanyut terhilang dalam kekecewaan dan kegagalan. Tetapi, aku mengucap syukur kalau aku mulai melihat bahwa hidup yang terhisap dalam arus Kasih-Mu, boleh kembali. Halleluya! Dengan penuh iman dan pengharapan aku mau terus melemparkan roti ini, Tuhan, ke dalam debur jeram kasih sayang-Mu, dan aku tahu Kasih-Mu akan membawa itu kembali, berbuah, berbuah dan berbuah lagi, seribu kali lipat bahkan tanpa terukur batasnya! Terpujilah Dia yang bersemayam di bait kudusNya!

Ayat-ayat dikutib dari Alkitab Terjemahan Baru (c) Lembaga Alkitab Indonesia, 1974.
Copyright/Hak Cipta © 2005 Kasih Kekal http://www.kasihkekal.org

Posted by: Kasih / 3:46 AM 0 comments
August 01, 2005Sekarang Saya Adalah Wanita Yang Beruntung

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2005 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Saya dulu menjadi seorang wanita yang tak beruntung. Selama 6 tahun saya hidup bersama seorang laki-laki yang hanya menikahi saya dengan nikah siri.

Suatu hari pria yang tinggal serumah dengan saya ini mengatakan bahwa dia bosan di rumah dan ingin pergi ke Surabaya untuk mencari pekerjaan. Karena dia memaksa, maka saya mengijinkan di pergi.

Waktu berjalan begitu cepat dan ternyata dia menjalin hubungan dengan wanita lain. Saya sangat terpukul dengan kejadian itu dan stres berat. Tanpa pikir panjang akhirnya saya pulang ke rumah orang tua saya. Selama 1 bulan berada di rumah orang tua, saya semakin bertambah bingung dan stress.

Merasa tidak tenang, saya putuskan untuk pergi ke Surabaya. Saya langsung mencari seorang teman dan berhasil menemukannya. Teman saya ini merasa heran melihat saya datang ke Surabaya sendiri.

Saya ceritakan semua masalah saya kepadanya. Teman ini menyarankan agar saya kembali kepada “suami” saya tetapi saya tetapi saya tetap tidak mau. Saya katakan juga kalau saya dalam keadaan hamil dan teman ini malah menyarankan saya agar melakukan tindakan aborsi.

Untung saja ada salah seorang teman lain yang mau menolong saya dan bersedia mencarikan jalan keluar. Dia menyuruh saya untuk tinggal di Pondok Hayat. Mula-mula saya tidak mau dan tidak paham tempat apa Pondok Hayat itu. Setelah sampai di Pondok Hayat saya disambut dengan ramah.

Di Pondok Hayat setiap pagi dan malam diadakan doa bersama dan belajar tentang firman-firman Tuhan. Di sini saya merasa tenang dan damai. Semua orang bergaul dengan baik dan rukun, meskipun kami berdatangan dari berbagai daerah.

Setelah beberapa saat di Pondok Hayat, akhirnya tiba saatnya untuk saya bersalin. Saya melahirkan seorang bayi perempuan yang mungil dan cantik. Setelah sebulan berada di Pondok Hayat, saya mengikuti baptisan air dan menyerahkan hidupku dalam tangan Tuhan Yesus, karena tanpa pertolongan-Nya tidak mungkin saya bisa tabah menghadapi semua ini.

Sekarang saya menjadi seorang wanita yang beruntung karena mengenal Yesus Kristus.

(Disaksikan oleh Asih bukan nama sebenarnya).

Dikutip dengan seizin Pondok Hayat. Hak Cipta (c) 2005 Pondok Hayat http://www.pondokhayat.org Dilarang keras untuk mengutip dan mengedarkan kesaksian ini dalam bentuk apapun tanpa seizin Pelayanan Pondok Hayat

Posted by: Kasih / 10:44 AM 0 comments
May 01, 2005Doa! Percaya! Melangkah!

[Dicuplik dari kolom Jurnal Kasih Kekal, April 2005.]

Kemarin malam situs Kasih Kekal menghadapi sesuatu hal yang amat sulit. Kebetulan, sesungguhnya bukan kebetulan, saya perhatikan sesuatu hal kecil di mana disadari bahwa situs Kasih Kekal sedang di bawah “serangan” atau gangguan pada waktu itu. Sebagai seorang yang sangat terbatas pengetahuannya di bidang komputer, ini tentunya adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan bagiku. Apa yang harus dilakukan? Ada sesuatu, entah itu virus, entah itu tangan usil, yang berusaha mengganggu. Yang saya tahu ini bukan dari pihak Tuhan.

Reaksi pertama adalah untuk langsung menganalisa akar problemanya dan mencabut sumber masalah ini. Yang repot adalah saya tidak tahu akarnya. Cuma saya ketahui “buah” dari si jahat ini. Apa dayaku? Untung, …oh tidak, untung bukan sesuatu kata yang benar. Terpujilah nama Tuhan kalau Dia di fihak orang percaya! Saya mulai berdoa. Saya mulai ada hikmat. Saya mulai lakukan satu hal. Lihat hasilnya. Masih sama. Lakukan hal kedua. Masih tidak benar. Ketiga. Keempat. Sudah hampir subuh. Saya tahu Dia menuntunku. Tetapi, masalah masih berjalan terus ya? Waktu berlalu terus. Langkah kelima…….tiba-tiba…. berhenti problemanya! Halleluya!!!!! YHWH Nissi! Tuhan Panji-Panjiku!

Kalau secara logika, langkah kelima adalah yang menyembuhkan masalah ini, bukan? Tetapi saya tidak terlalu yakin akan hal itu. Ya memang itu sangat penting. Tetapi saya merasa bahwa langkah pertama sampai ke empat harus kulakukan, baru saya mendapat kemenangan ini.

Bukankah ini gambaran dari pergumulan hidup kita ini? Kita hadapi masalah. Kita doa. Kita taat. Kita melangkah. Lalu kita menggerutu “Belum berakhir ya masalah ini?” Jangan berhenti! Terus doa! Terus taat! Terus gempur itu antek-antek si jahat! Terus tumpas itu ketidak-percayaan! Terus bersandar sama Kekasih Ilahi! Doa! Melangkah! Percaya! Doa! Melangkah! Percaya! Doa…..

Dan satu saat, tidak lama lagi, dobrakan kemenangan di pihak orang benar! Asal percaya saja….

1 Samuel 17: 45-47

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s