Kenapa Saat Teduh Membosankan?

Banyak sekali anak-anak Tuhan yang mengalami kesulitan dalam bersaat teduh. Rasa bosan dan jenuh mungkin adalah sebab yang terutama. Ada yang merasa berdosa sekali karena lalai dalam saat teduhnya dan sadar bahwa saat teduh adalah waktu yang amat penting dalam kehidupan rohaninya. Ada juga yang cuek karena merasa sudah berulang kali berusaha tetapi selalu menemui jalan buntu

Mengapa demikian? Seperti kebanyakan anak Tuhan mungkin anda mengikuti pola dibawah ini untuk bersaat teduh:

Mencari tempat yang tenang
Berdoa
Menggunakan buku penuntun seperti Renungan Harian, Wasiat, Saat Teduh dll
Membaca bagian Alkitab yang tertulis di buku penuntun anda
Membaca artikel singkat dari buku penuntun anda
Berdoa lagi
Saat teduh selesai
Pola di atas memang baik dan banyak orang yang mendapat berkat.

Namun, banyak juga yang merasa bosan dan jenuh karena saat teduh telah berubah menjadi rutinitas, karena cara di atas agak condong mengambil “jalan/approach” yang mengutamakan “pengetahuan” atau rasionil. Banyak anak Tuhan yang mengeluh kalau malam harinya, mereka sudah lupa apa yang tadi pagi mereka saat teduhkan

Saya hendak mengajak anda melihat dan merenungkan kembali inti atau arti saat teduh itu sendiri. Saat Teduh pada dasarnya adalah waktu yang di khususkan untuk bersekutu dengan Tuhan. Bersekutu berarti bertemu, tapi bukan sekedar bertemu. Bersekutu adalah pertemuan dua hati, hati Allah Sang Pencipta bertemu dengan hati manusia ciptaanNya. Saat Teduh adalah saat anda “curhat” kepada Allah dan saat Allah “curhat” kepada anda. Sederhana bukan?

Bagaimana caranya?

Carilah tempat yang tenang. Datanglah dengan hati yang haus akan Allah. Tenangkan pikiran anda dan ketahuilah Allah hadir di situ. Nikmati hadirat-Nya. Curahkanlah isi hati anda di hadapan-Nya. Bila anda sedang sedih, menangislah. Rasakan belaian tangan kasih-Nya. Bila anda sedang gembira bersyukurlah, berteriak/bersorak memuji Dia. Bernyanyilah kepada Nya. Berdiamlah di hadapan-Nya, jangan bersuara, nikmati saja waktu anda bersamaNya. Bila Allah berbicara di dalam hati anda, dengarkanlah. Bila Allah tidak berbicara, jangan kuatir.

Bagaimana dengan Firman Tuhan? Apakah tidak digunakan dalam bersaat teduh? Dalam saat teduh, Alkitab tidak digunakan untuk menambah pengetahuan anda, tetapi untuk memberi “makan” pada hati (roh) anda. Caranya?

Mari kita gunakan Mazmur 23 sebagai contoh. Bacalah Mazmur 23 dengan perlahan dan lembut. Resapilah ayat demi ayat. Bila ada ayat yang menyentuh hati anda, berhentilah sebentar dan ucapkan syukur atau ubah ayat tersebut menjadi doa. Misalnya:”Terima kasih Yesus, saya tidak akan kekurangan. Terima kasih Yesus, Engkau membaringkan saya di padang yang berumput hijau.” Atau ubah ayat itu menjadi lagu dan nyanyikanlah.

Cara di atas hanyalah salah satu cara, BUKAN cara yang paling benar. Bila anda tertarik untuk menambah pengertian anda mengenai kehidupan rohani yang dalam; buku “Experiencing the Depths of Jesus Christ ” dapat membimbing anda menuju kehidupan rohani yang dalam.Semoga dapat memperkaya kehidupan rohani anda. Share-lah artikel ini dengan teman teman anda.

Iklan
By francinlinelejan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s