Ilmu Bumi

Maret 15, 2008 at 1:21 am (Uncategorized)

Ilmu bumi

Bumi, subyek studi ilmu bumi.Ilmu bumi (Inggris: earth science, geoscience) adalah suatu istilah untuk kumpulan cabang-cabang ilmu yang mempelajari bumi. Cabang ilmu ini menggunakan gabungan ilmu fisika, geografi, matematika, kimia, dan biologi untuk membentuk suatu pengertian kuantitatif dari lapisan-lapisan bumi.

Dalam melaksanakan kajiannya, ilmuwan dalam bidang ini menggunakan metode ilmiah, yaitu formulasi hipotesa melalui observasi dan pengumpulan data mengenai fenomena alam yang dilanjutkan dengan pengujian hipotesa-hipotesa tersebut. Dalam ilmu bumi, peranan data sangat penting dalam menguji dan membentuk suatu hipotesa.

Daftar isi
1 Cabang utama
2 Daftar sebagian topik utama Ilmu Bumi
2.1 Atmosfer
2.2 Biosfer
2.3 Hydrosfer
2.4 Lithosfer atau geosfer
2.5 Pedosfer
2.6 Sistem
2.7 Lainnya

Cabang utama
Geologi mempelajari lapisan batuan dari kulit bumi (atau litosfer) dan perkembangan sejarahnya. Cabang utama dari ilmu ini adalah mineralogi, petrologi, geokimia, paleontologi, stratigrafi dan sedimentologi.
Geofisika mempelajari sifat-sifat fisis bumi, seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya.
Geodesi mempelajari pergerakan bintang dan satelit bumi.
Ilmu tanah mempelajari lapisan terluar kulit bumi yang terlibat dalam proses pembentukan tanah (atau pedosfer). Disiplin ilmu utama antara lain adalah edafologi dan pedologi.
Oseanografi dan hidrologi mempelajari bagian air dari bumi (laut dan air tawar) atau hidrosfer. Kadang cabang ilmu ini digabungkan dengan geofisika.
Glasiologi mempelajari bagian es dari bumi (atau kriosfer).
Ilmu atmosfer mempelajari bagian gas dari bumi (atau atmosfer) antara permukaan bumi sampai lapisan eksofer (~1000 km). Cabang utama bidang ini adalah meteorologi, klimatologi, dan aeronomi.
Interaksi yang terjadi antara lapisan-lapisan bumi membuat banyak cabang moderen ilmu ini yang melakukan pendekatan interdisiplin untuk mempelajarinya. Contohnya adalah untuk memahami sirkulasi lautan, interaksi antara laut, atmosfer, dan perputaran bumi juga harus diperhitungkan.

Atmosfer
Kimia atmosfer
Klimatologi
Meteorologi
Hidrometeorologi
Paleoklimatologi

Biosfer
Biogeografi
Paleontologi
Palinologi
Mikropaleontologi
Geomikrobiologi

Hydrosfer
Hidrologi
Glasiologi
Limnologi
Hidrogeologi
Oseanografi
Oceanografi kimia
Biologi kelautan
Geologi kelautan
Paleoseanografi
Oseanografi fisik

Lithosfer atau geosfer
Geologi
Geologi ekonomi
Geologi rekayasa
Geologi lingkungan
Geologi sejarah
Glasiologi
Geologi kuarter
Geologi planet
Sedimentologi
Stratigrafi
Geologi struktur
Geokimia
Geomorfologi
Geofisika
Geokronologi
Geodinamik (lihat juga Tektonik)
Geomagnetik
Gravimetri (juga bagian dari Geodesi)
Seismologi
Hidrogeologi
Mineralogi
Kristalografi
Gemologi
Petrologi
Vulkanologi

Pedosfer
Ilmu tanah
Edafologi
Pedologi

Sistem
Ilmu sistem bumi
Geografi
Geografi manusia
Geografi fisik
Teori gaia
Ilmu holistik

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Global Warming

Maret 15, 2008 at 1:18 am (Uncategorized)

Kehidupan mempunyai batas begitu juga organisme. Kini, batas sudah tidak ada lagi dengan rasa ketidakpuasan manusia yang tak mengenal batas-batas. Abad ini merupakan kemunduran peradaban manusia bukan kemajuan peradaban manusia. Banyak para ahli mengatakan bahwa sains adalah penyelamat manusia abad modern. Betapa hebatnya, ketika manusia menciptakan, mesin uap, kapal, kereta api, lampu gas, computer, fotografi, AC, lampu gas, pesawat dan berbagai produk yang mengagumkan semua orang di dunia termasuk penulis.

Dan ini merupakan peradaban kemajuan manusia. Di sinilah muncul bahwa manusia adalah mahluk sempurna, luar biasa. Marxisme juga menyatakan sains sebagai penyelamat kehidupan. Dan manusia, pada akhirnya menjadi penguasa segala bidang, baik dari social, ilmu pengetahuan, sampai-sampai menjajah bulan. Sadar tidak sadar pada saat bersamaan manusia menjadi tuan penguasa alam, penguasa dirinya sendiri-bebas. Mengutip Toffler bahwa “Tujuan akhir kemenangan sains subyeksi proses evolusi itu sendiri untuk manusia yang sadar”.

Kekuasaan diatas kekuasaan kekuatan rasionalitas manusia tidak bisa dipungkiri lagi. Dan, kekuasaan dan kekuatan merupakan tujuan utama manusia tanpa harus memikirkan dampak dari kehidupan ekologis. Namun, bukan pesimis sains sudah terbukti tidak lagi mengenal batas kemanusian dan ekosistim kehidupan. Ternyata sains di abad globalisasi ini berbeda dengan tujuan yang diharapkan. Ilmuwan tetap mengatakan dengan kredo humanistik bahwa pekerjaannya demi kebaikan manusia sebagai alat untuk menyelamatkannya.

Terbukti, riset untuk sains memerlukan uang yang banyak. Dan, ironisnya ilmuwan tahu bahwa proyeknya harus dijual belikan. Dewasa ini sains sepenuhnya dikuasai oleh militer dan sistim ekonomi kapitalis global. Bisnis tetap bisnis, sains tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dan akhirnya membunuh kehidupan ekologis.

Mengutip Robert Musil, matematika, Ibu sains alam eksak, nenek ilmu mesin juga ibu jauh sains yang memiliki semangat darinya, pada akhirnya,melahirkan gas beracun dan pesawat tempur. Dan, tujuannya, penulis menyimpulkan bahwa sains adalah mesin pembunuh biosfer kehidupan manusia.

Dari sainslah lahir sistim ekonomi global dan memicu pemanasan global yang membahayakan umat manusia dan kehidupannya. Salah satu ilmuwan abad ini Fritjop Capra dalam penelitiannya bahwa ilmu pengetahuan telah terjebak dalam jalur yang salah dengan menempatkan ilmu fisika sebagai panutan. Menurutnya, dunia sains sudah waktunya mengganti kiblat dari ilmu fisika—ilmu benda-benda mati—menuju ilmu biologi—ilmu tentang benda-benda hidup. Karena secara hirarkis mahluk hidup memiliki kompleksitas lebih tinggi ketimbang benda-benda mati.

Bahaya dari global warning penulis pernah menyampaikannya dalam tulisan yang berjudul Hancurnya Bumi:Ujung dari Global warning. Namun, bahaya kini sudah tidak dipedulikan manusia. Oleh, karena itu manusia merupakan pencipta sistim dan menciptakan bentuk-bentuk baru demi keuntungan ekonomi domain tanpa harus memikirkan bahaya. Pada akhirnya sistim pasarlah yang berbicara. Yang lemah bakal ditindas secara ekonomi. Dalam teori Chaos bahwa pasar merupakan sistim yang hidup dan terus bergerak. Teori usang Adam Smith pun ditinggalkan dengan mengemukakan bahwa dipasarlah proses demokrasi sepenuhnya berjalan dan hak asasi terjunjung.

Terbukti, mereka negara-negara besar (AS, Inggris, Australia, Israel) ribut perang ingin menguasai sumber daya alam di negara-negara lemah dan harus membunuh ribuan juta manusia. Indonesia satu-satunya negara yang taken for granted terhadap invansi mereka meski harus menjual sumber daya alam dan binatang langkanya termasuk manusianya yang berada diambang kemiskinan. Data World Bank tahun 2006 mengemukakan angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37-39 juta jiwa dan jumlah pengangguran 10-12 juta jiwa diantara 100 juta angkatan kerja jiwa.

Ekspoitasi alam terus berlanjut meskipun peraturan lingkungan hidup terbaru muncul dalam masyarakat Internasional, produk ramah lingkungan, dan banyaknya perjuangan organisasi pencinta lingkungan dunia, namun deforestasi hutan, kepunahan satwa liar dalam jutaan tahun tak pernah berhenti. Pada Juli 2000, para Ilmuwan yang mencapai kutub Utara diatas kapal pemecah es Rusia Yamal berhadapan dengan suatu pemandangan yang aneh dan mengerikan suatu permukaan air terbuka luas, selebar satu mil, sebagai pengganti es tebal berabad-abad menutupi Samudra Artik (New York Times, (19/08), Tahun 2000). Terbukti, apakah bisa sains dan sistim ekonomi kapitalis globalisasi mempunyai solusi untuk mengatur iklim global terkendali lagi, membuat terumbu karang terbaru, membikin ozone buatan yang bisa melindungi kehidupan mendatang dari pemanasan global.

Adanya bencana artificial manusia bukan murni alam merupakan bukti dari pemanasan global yang dibuat manusia abad ini. Para Ilmuwan yang bertanggungjawab atas riset mereka tidak hanya secara intelektual namun juga secara moral. Sains juga menciptakan produk-produk baru seperti apa yang diungkapkan Jean Baudrillad bahwa di bagian lain dari Samudera Atlantik, kodok-kodok dan tikus tanpa kepala sedang dikloning di laboratorium-laboratorium pribadi, yang dilakukan sebagai persiapan untuk pengkloningan tubuh-tubuh manusia tanpa kepala yang nantinya akan dipergunakan sebagau sumber-sumber donasi organ tubuh.

Belum lagi, akibat dari sains melahirkan spesies baru yakni terjadi pada kasus Henrietta Lacks, sel-sel tumor yang diambil sebagai sampel dari tubuhnya yang kemudian dikembangbiakan di sebuah laboratorium akan terus berlanjut berkembang biak tanpa batas. Bahkan, sel-sel tersebut membentuk spesemen luar biasa dan mematikan sehingga menyebar ke seluruh dunia dan bahkan bisa hidup di luar angkasa, yaitu di permukaan Satelit AS Discoverer 17. Secara tidak sadar, kita dibunuh oleh perbuatan kita sendiri sebagai manusia. Manusia itu memang tidak pilih-pilih kasih; dia sendiri dengan senang hati akan bersedia menjadi kelinci percobaan seperti halnya makhluk-makhluk yang lain, baik yang hidup maupun yang mati.

Manusia dengan penuh semangat bermain-main dengan masa depannya sendiri sebagai sebuah spesies persis sebagaimana dia bermain-main dengan masa depan dari semua makhluk yang lain. Dalam upaya pencariannya yang membuta untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih besar lagi, manusia telah memprogram kehancurannya sendiri dengan keganasan yang sama kejamnya dengan caranya menghancurkan segala hal yang lain. Anda hampir-hampir tak bisa menuduh manusia itu sebagai bersifat egosentris. Manusia mengorbankan dirinya seperti juga mengorbankan segenap spesies lainnya dalam sebuah takdir yang asing dan bersifat coba-coba.

Percobaannya yang mengeluarkan Budget (anggaran nasional) banyak menelurkan bencana – bencana efek pengaruh global warning. Lantas, ujungnya bisa saja jaman es abad lalu kembali lagi yang menghancurkan kehidupan dinosaurus. Bukan berarti penulis pesimis, dan ini bisa saja mungkin terjadi bahwa dunia peradaban modern berjalan mundur bukan maju seperti perhitungan peledakan bom menuju titik awal yakni 0 artinya, menuju kehancuran. Selain itu, Penyakit era globalisasi pun semakin kompleks, mulai dari penyakit jiwa ( Schizoprhenia), AIDS, SARS belum lagi kanker kulit akibat dari radiasi matahari tidak bisa disembuhkan oleh para ahli-ahli di bidangnya tersebut.

Global warning merupakan pintu akhir dari segala batas menuju kepunahan spesies manusia dan organisme lainnya. Oleh karena itu, meski dunia terlambat menanggapinya, bencana-bencana tidak bisa dicegah dengan alat secanggih apapun yang siap menghancurkan ekosistim kehidupan bumi. Meskipun, bakal ada revolusi secara radikal, namun penulis tanpa harus menjadi pesimis memprediksi bahwa ini adalah proses involusi manusia dan mahluk hidup lainnya, seperti ilmu gravitasi yang ditemukan Ensteins bahwa benda jatuh kebawah, namun dewasa ini benda kembali pada asalnya, bukan lagi jatuh ke bawah.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

paskah

Maret 15, 2008 at 1:16 am (Uncategorized)

Paskah: Hidup yang Membuah dan Merekah

DALAM sebuah masyarakat yang dikenal amat kental religiusitasnya, maka perayaan hari-hari raya keagamaan telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia. Hari-hari raya keagamaan dari agama-agama yang ada di Indonesia silih berganti sepanjang tahun dirayakan penuh damai dan sukacita.
Pada 9 April 2004, umat Kristen memperingati Jumat Agung, yaitu hari kematian Yesus Kristus yang kemudian berlanjut dengan peringatan hari Paskah pada 11 April. Umat Kristen mengenal beberapa hari raya gerejawi. Selain Jumat Agung dan Paskah, ada pula hari-hari penting: Kenaikan Yesus Kristus ke Sorga, Pentakosta (hari kelima puluh; pencurahan Roh Kudus) dan Natal (Kelahiran Yesus). Hari Raya Paskah (dari kata Ibrani, pesakh-melewati) adalah hari Kebangkitan Yesus dari kematian. Yesus yang sepanjang hidupnya meniti jalan sengsara, melalui peristiwa Paskah, membebaskan manusia dari kuasa penderitaan dan menjadikan manusia benar-benar baru.
Umat Kristiani merayakan Paskah dengan penuh luapan syukur dan sukacita, sebab Paskah menganugerahkan optimisme baru serta kehidupan yang lebih prospektif. Peristiwa Jumat Agung dan Paskah adalah pilar-pilar yang kukuh, yang di atasnya konstruksi kekristenan itu dibangun dan didirikan. Umat Kristen di Indonesia seharusnya memberi tempat yang positif bagi kedua hari raya ini, dalam arti mengajak seluruh warga gereja memperingatinya dalam berbagai bentuk sehingga signifikansi hari raya itu menapasi kehidupan gereja.
Peristiwa Paskah adalah tindakan pemerdekaan yang dilakukan Allah bagi manusia. Hal itu harus mendorong manusia untuk keluar dan membebaskan diri dari sikap primordial, curiga, benci dendam, iri hati, diskriminatif dan destruktif. Tindakan pemerdekaan Allah dalam Paskah perlu diimplementasikan dan menjadi nada dasar dari seluruh gerak pelayanan gereja di masa depan.
Gereja sebagai persekutuan kristiani harus menampilkan sikap terpuji, kinerja yang positif di tengah masyarakat majemuk Indonesia. Mereka harus secara proaktif memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa. Konflik internal gereja harus makin diperkecil,

sikap ambisius dalam pekerjaan gerejawi harus ditanggalkan, praktik-praktik dunia sekuler yang kotor dan negatif tidak boleh dibawa masuk ke dalam gereja hanya demi kepuasan dan kepentingan pribadi. Penunggangan dan manipulasi agama oleh politik dan kekuasaan seperti yang terjadi dalam pemilu yang lalu harus dihentikan.
Bersama-sama dengan seluruh potensi yang ada di masyarakat, umat Kristen Indonesia dalam ketaatan yang penuh kepada Kristus bangkit dan berjuang terus bagi terwujudnya sebuah Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan berkeadilan berdasarkan Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam perspektif teologis, perayaan Paskah sebagai peringatan Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian merupakan inti dan dasar dari seluruh bangunan kekristenan. Alkitab menegaskan kata-kata Yesus: ”Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohannes 11:25).
Oleh kebangkitan Kristus, kuasa dosa yang selalu mengancam dan menempatkan manusia ke dalam dunia orang mati, digantikan oleh kuasa kasih yang merangkul, membangkitkan dan menghidupkan. Oleh kebangkitan Kristus, kehidupan manusia yang dijajah oleh kuasa kematian, mengalami pembebasan oleh kuasa Allah yang menghidupkan.
Oleh kebangkitan-Nya Kristus yang telah lebih dahulu menjalani penyiksaan, kebencian, penderitaan, dan penyaliban menegaskan bahwa kuasa-kuasa duniawi tidaklah kekal dan tidaklah mampu menghentikan kuasa Ilahi yang menghidupkan. Kuasa itu memasuki dunia untuk mencintai, bukan membenci; untuk menuntun, bukan menyesatkan; untuk memedulikan, bukan menelantarkan; dan untuk memberdayakan, bukan melemahkan dan memperdayakan.
Yesus yang sepanjang hidupnya meniti jalan sengsara dan mencapai titik kulminasi tatkala Ia mati di kayu salib adalah Yesus yang bangkit dari kematian, dengan demikian, Yesus tidak terbelenggu oleh kematian. Yesus tidak menyerah kalah dan pasrah terhadap kematian. Yesus tidak memberi diri dipenjara oleh kematian.

Agen Perdamaian Dunia
Peristiwa Paskah memiliki makna teologis yang sangat dalam bagi umat Kristiani. Peristiwa itu tidak pernah dapat dicari analoginya dalam kenyataan sekuler. Kebangkitan Yesus dari kematian pada hari Paskah membuktikan keteguhan komitmen Yesus terhadap masa depan umat manusia. Yesus tidak rela bahwa masa depan manusia adalah keakanan yang suram, yang hitam legam. Hidup manusia tak boleh berujung pada kematian abadi.
Muara hidup manusia adalah keselamatan abadi, kehidupan ceria sepanjang masa bersama Allah, di langit baru dan bumi baru yang di dalamnya tidak lagi dijumpai air mata, derita ketidakadilan, diskriminasi, primordialisme, keterbelakangan, kebodohan dan kemiskinan.
Derita yang melilit Yesus sepanjang perjalanan hidupnya dari Nazaret ke Yerusalem, Ia hadapi dengan tegar—bahkan Ia rangkul—justru karena kepedulian-Nya yang amat dalam terhadap kuasa maut dan kebangkitan-Nya membuktikan dengan amat jelas bahwa kebenaran selalu akan mengalami kemenangan.
Dalam pandangan kristiani, kebangkitan Kristus merupakan antisipasi dari kebangkitan Kristus merupakan antisipasi dari kebangkitan orang-orang beriman di masa depan, sebab itu Paskah memiliki integritas dengan kehidupan manusia kini dan di sini, yang sedang berjuang di tengah realitas sejarah, ruang dan waktu.
Spirit kebangkitan Kristus harus sungguh-sungguh menjadi agenda utama dari gereja-gereja di Indonesia, menjadi nada dasar dari seluruh gerak langkah umat kristiani dan tidak boleh terjebak menjadi sebuah retorika tanpa makna. Kristus telah bangkit. Harapan-harapan baru dicipta dan diukirnya bagi manusia dan dunia.
Umat manusia umumnya, dan umat Kristiani khususnya, harus bangkit dan secara kreatif-dinamik mengukir karya terbaik bagi sesama tanpa pamrih, dengan tidak mempertimbangkan suku, agama ras, dan golongan. Paskah harus mampu merubuhkan tembok-tembok pemisah yang berdiri kukuh membentengi kedirian manusia. Paskah harus mampu menumbuhkan potensi-potensi integratif dan menghancurkan virus-virus disintegratif yang menggerogoti masyarakat majemuk Indonesia.
Berdasarkan sikap Yesus yang inklusif dan rendah hati, maka Paskah tak dapat tidak harus dapat mencairkan gumpalan-gumpalan ekslusivisme serta menumbangkan sikap arogansi. Gereja dan umat kristen Indonesia menyadari benar bahwa ia adalah bagian integral dari bangsa. Ia lahir dari tengah-tengah bangsa Indonesia atas kehendak Allah dan ditempatkan di negeri ini untuk menjadi berkat bagi semua orang.
Pemahaman diri sebagai bagian integral bangsa itulah yang telah diukir-Nya bagi manusia dan dunia, dalam ruang, waktu di tengah realitas sejarah. Sebab itu, Paskah harus meneguhkan kembali tekad dan komitmen Gereja: bahwa kehadiran dan kediriannya harus memberi makna bagi orang lain.
Melalui Paskah, gereja-gereja harus menegaskan kembali tekadnya untuk menjadi pelayanan pendamaian, menjadi agen-agen perdamaian dunia di tengah-tengah dunia yang sarat dengan konflik dan permusuhan. Gereja-gereja di Indonesia harus menjadi gereja yang mengindonesia, yang mengakar ke bumi Indonesia; yang bersedia hidup bagi Indonesia. Paskah adalah tatkala hidup merekah dan berbuah, agar dinikmati orang lain, dan menjadi berkat bagi masyarakat luas.

Memaknai Paskah Yesus Kristus

Memaknai Paskah Yesus Kristus SETIAP tahun, umat Kristiani merayakan PASKAH yang mencerminkan suatu perayaan Pesta Iman dan digambarkan dengan bermacam-macam kegiatan, namun tak banyak umat Kristiani memahami betul apa arti Paskah itu sendiri.

Penulis ingin memberikan suatu gambaran tentang Pas-kah yang sebenarnya dan yang pantas untuk dilakukan dan dirayakan oleh kita umat Kris-ten yang percaya bahwa man-ivestasi Yesus Kristus sebagai Juru Selamat melalui rasa so-lidaritasnya yang tinggi se-hingga Yesus Kristus bukan saja rela fisiknya disiksa, disa-libkan, malah mati dan diku-burkan walau Diapun bangkit dan naik ke sorga hanya untuk menebus segala dosa dan per-buatan kita, serta akan datang kembali ke dunia ini untuk menjemput dan meyelamatkan kita.
AWALNYA PASKAH
Istilah dan peristiwa Paskah bukan saja dikenal dalam Perjanjian Baru atau saat setelah Kristus wafat, bangkit dan naik ke sorga, tapi Paskah sudah ada sejak jaman Perjan-jian Lama. Sebagai misal bah-wa Kitab Keluaran & Ulangan justru mengkhususkan serta memberitakan bagaimana umat Israel merayakan Paskah. Perayaan Paskah adalah dua upacara yang pada mulanya ter-pisah, yakni Paskah dan Hari Raya Roti tak beragi.
Paskah adalah perayaan yang diperiingati setelah kematian. Paskah dalam bahasa latin disebut Pasca yang artinya telah lewat atau yang sudah berlalu. Sedangkan hari raya roti tak beragi adalah perayaan untuk memperingati tujuh hari yang pertama dari peristiwa keluarnya umat Israel dari tanah perhambaan Mesir.
Kedua perayaan ini saling kait mengait satu sama lain. Suatu contoh bahwa ragi harus disingkirkan dari rumah sebelum penyembelihan anak domba Paskah (Ulangan 16 : 3 – 5), sehingga jamuan Paskah itu sendiri diadakan dengan makan roti yang tak beragi (Ke-luaran 12 : 8). Orang Israel ak-hirnya menggabungkan kedua perayaan ini menjadi satu pe-rayaan.
Bagi orang Israel merayakan Paskah sebagai momentum atau memperingati keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir selama 400 ta-hun lamanya. Musa yang di-utus Tuhan untuk menyela-matkan bangsa Israel ketika itu, dan sembilan tulah yang dibe-rikan Tuhan kepada bangsa Mesir tidak cukup untuk melunakkan hati Raja Firaun untuk melepaskan umat Israel. Nanti tulah ke sepuluh yakni kematian anak sulung barulah Firaun memberikan kebebasan kepada bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Tulah ke sepuluh ini tidak akan me-nimpah orang Israel apabila mereka menyembelih domba dan mengoleskan darah dom-ba Paskah pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah mereka dengan maksud bah-wa ketika Tuhan berjalan mem-berikan tulah kepada orang Mesir, maka Tuhan akan me-lewatkan setiap rumah milik orang Israel yang pintunya telah dioleskan darah domba Paskah. Paskah dalam bahasa asing disebut Passover yang artinya lewat, atau lewat dari kematian anak sulung.
PASKAH YESUS KRISTUS
Rasul Paulus dalam Kitab Korintus 15 : 14 mengatakan; “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”. Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus dari antara orang mati membuat kepercayaan kita kepadaNya tidaklah sia-sia. Sebagaimana Kristus mati dan di bangkitkan pada hari yang ketiga, maka kita harus me-maknai Paskah berdasarkan Iman percaya kita.
PESAN PASKAH
Merayakan Paskah tidak mesti harus dengan mengor-bankan banyak materi yang sifatnya evoria Paskah, seper-ti halnya bukit-bukit disulap bagaikan bukit Golgota tempat Yesus Kristus disalibkan. Hal ini bukanlah suatu jaminan bagi kita memaknai Paskah Yesus Kristus yang sesung-guhnya. Kegiatan perlombaan kesenian, olah raga dan lain sebagainya menjelang dan sesudah Paskah justru tidak mencerminkan nilai-nilai ke-imanan karena sering di-bumbui dengan perselisihan dan perbedaan pendapat dian-tara sesama jemaat saat melak-sanakan perlombaan. Paskah sebaiknya lebih diarahkan pada bagaimana kita mengenang kisah perjalanan Tuhan Yesus Kristus mulai dari Yesus Kris-tus dibaptis oleh Yohanes Pem-baptis sampai Kristus disalib-kan, mati, bangkit dan naik ke sorga dalam bentuk Ibadah (Ibadah Puasa, KKR, Berdoa syafaat dsb). Firman Tuhan melalui Matius 5 : 16 berkata; “Demikianlah hendaknya te-rangmu bercahaya didepan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”. Statemen ini bukan saja ditujukan kepada mereka yang menyandang predikat se-bagai Pelayan Tuhan seperti hal-nya (Pendeta, Gembala, Eva-gelis, Penatua, Syamas), akan tetapi pernyataan ini ditujukan kepada kita semua orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus. Sadarkah kita bahwa Kematian Yesus Kritus di bukit Golgota adalah wujud nyata pe-ngorbananNya untuk menye-lamatkan kita dari perbuatan dosa kita sendiri. Mestinya kita menyadari bahwa lewat pengor-bananNya di kayu salib, kita sudah dikeluarkan dari kegela-pan menuju terang ajaib. Yoha-nes 8 : 12 berkata; “Maka Yesus berkata kepada orang banyak, katanya; “Akulah terang dunia, barang siapa mengikut aku ia tidak akan berjalan dalam kege-lapan, melainkan ia akan mempu-nyai terang hidup”. (bersambung)
Penulis adalah anggota jemaat GMIM Golgota Malendeng

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kimia

Maret 15, 2008 at 1:14 am (Uncategorized)

Kimia

Kimia mempelajari komposisi, struktur, dan sifat zat kimia dan transformasi yang dialaminya.Kimia (dari bahasa Arab كيمياء “seni transformasi” dan bahasa Yunani χημεία khemeia “alkimia”) adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom.

Daftar isi 1 Pengantar
2 Sejarah
3 Cabang ilmu kimia
4 Konsep dasar
4.1 Tatanama
4.2 Atom
4.3 Unsur
4.4 Ion
4.5 Senyawa
4.6 Molekul
4.7 Zat kimia
4.8 Ikatan kimia
4.9 Wujud zat
4.10 Reaksi kimia
4.11 Kimia kuantum
4.12 Hukum kimia
5 Lihat pula
6 Bacaan lanjutan
7 Pranala luar
8 Catatan kaki

Pengantar

Laboratorium kimiaKimia sering disebut sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi [1]. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.

Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.

Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.

Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.

Air yang dipanaskan akan berubah fase menjadi uap air.Air (H2O) berbentuk cairan dalam suhu kamar karena molekul-molekulnya terikat oleh gaya antarmolekul yang disebut ikatan Hidrogen. Di sisi lain, hidrogen sulfida (H2S) berbentuk gas pada suhu kamar dan tekanan standar, karena molekul-molekulnya terikat dengan interaksi dwikutub (dipole) yang lebih lemah. Ikatan hidrogen pada air memiliki cukup energi untuk mempertahankan molekul air untuk tidak terpisah satu sama lain, tapi tidak untuk mengalir, yang menjadikannya berwujud cairan dalam suhu antara 0 °C sampai 100 °C pada permukaan laut. Menurunkan suhu atau energi lebih lanjut mengizinkan organisasi bentuk yang lebih erat, menghasilkan suatu zat padat, dan melepaskan energi. Peningkatan energi akan mencairkan es walaupun suhu tidak akan berubah sampai semua es cair. Peningkatan suhu air pada gilirannya akan menyebabkannya mendidih (lihat panas penguapan) sewaktu terdapat cukup energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dan selanjutnya memungkinkan molekul untuk bergerak menjauhi satu sama lain.

Ilmuwan yang mempelajari kimia sering disebut kimiawan. Sebagian besar kimiawan melakukan spesialisasi dalam satu atau lebih subdisiplin. Kimia yang diajarkan pada sekolah menengah sering disebut “kimia umum” dan ditujukan sebagai pengantar terhadap banyak konsep-konsep dasar dan untuk memberikan pelajar alat untuk melanjutkan ke subjek lanjutannya. Banyak konsep yang dipresentasikan pada tingkat ini sering dianggap tak lengkap dan tidak akurat secara teknis. Walaupun demikian, hal tersebut merupakan alat yang luar biasa. Kimiawan secara reguler menggunakan alat dan penjelasan yang sederhana dan elegan ini dalam karya mereka, karena terbukti mampu secara akurat membuat model reaktivitas kimia yang sangat bervariasi.

Ilmu kimia secara sejarah merupakan pengembangan baru, tapi ilmu ini berakar pada alkimia yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di seantero dunia.

Sejarah

Robert Boyle, perintis kimia modern dengan menggunakan eksperimen terkontrol, sebagai kontras dari metode alkimia terdahulu.Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kimia
Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.

Alkimiawan menemukan banyak proses kimia yang menuntun pada pengembangan kimia modern. Seiring berjalannya sejarah, alkimiawan-alkimiawan terkemuka (terutama Abu Musa Jabir bin Hayyan dan Paracelsus) mengembangkan alkimia menjauh dari filsafat dan mistisisme dan mengembangkan pendekatan yang lebih sistematik dan ilmiah. Alkimiawan pertama yang dianggap menerapkan metode ilmiah terhadap alkimia dan membedakan kimia dan alkimia adalah Robert Boyle (1627–1691). Walaupun demikian, kimia seperti yang kita ketahui sekarang diciptakan oleh Antoine Lavoisier dengan hukum kekekalan massanya pada tahun 1783. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869.

Penghargaan Nobel dalam Kimia yang diciptakan pada tahun 1901 memberikan gambaran bagus mengenai penemuan kimia selama 100 tahun terakhir. Pada bagian awal abad ke-20, sifat subatomik atom diungkapkan dan ilmu mekanika kuantum mulai menjelaskan sifat fisik ikatan kimia. Pada pertengahan abad ke-20, kimia telah berkembang sampai dapat memahami dan memprediksi aspek-aspek biologi yang melebar ke bidang biokimia.

Industri kimia mewakili suatu aktivitas ekonomi yang penting. Pada tahun 2004, produsen bahan kimia 50 teratas global memiliki penjualan mencapai 587 bilyun dolar AS dengan margin keuntungan 8,1% dan pengeluaran riset dan pengembangan 2,1% dari total penjualan [2].

Cabang ilmu kimia

Pipet laboratoriumKimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.

Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam.
Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular. Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus untuk menurunkan persamaan, dan biasanya berhubungan dengan kimia kuantum serta kimia teori.
Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.
Kimia nuklir mengkaji bagaimana partikel subatom bergabung dan membentuk inti. Transmutasi modern adalah bagian terbesar dari kimia nuklir dan tabel nuklida merupakan hasil sekaligus perangkat untuk bidang ini.
Bidang lain antara lain adalah astrokimia, biologi molekular, elektrokimia, farmakologi, fitokimia, fotokimia, genetika molekular, geokimia, ilmu bahan, kimia aliran, kimia atmosfer, kimia benda padat, kimia hijau, kimia inti, kimia medisinal, kimia komputasi, kimia lingkungan, kimia organologam, kimia permukaan, kimia polimer, kimia supramolekular, nanoteknologi, petrokimia, sejarah kimia, sonokimia, teknik kimia, serta termokimia.

Tatanama

Logo IUPACArtikel utama untuk bagian ini adalah: Tatanama IUPAC
Tatanama kimia merujuk pada sistem penamaan senyawa kimia. Telah dibuat sistem penamaan spesies kimia yang terdefinisi dengan baik. Senyawa organik diberi nama menurut sistem tatanama organik. Senyawa anorganik dinamai menurut sistem tatanama anorganik.

Atom
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Atom
Atom adalah suatu kumpulan materi yang terdiri atas inti yang bermuatan positif, yang biasanya mengandung proton dan neutron, dan beberapa elektron di sekitarnya yang mengimbangi muatan positif inti. Atom juga merupakan satuan terkecil yang dapat diuraikan dari suatu unsur dan masih mempertahankan sifatnya, terbentuk dari inti yang rapat dan bermuatan positif dikelilingi oleh suatu sistem elektron.

Unsur

Bijih uraniumArtikel utama untuk bagian ini adalah: Unsur kimia
Unsur adalah sekelompok atom yang memiliki jumlah proton yang sama pada intinya. Jumlah ini disebut sebagai nomor atom unsur. Sebagai contoh, semua atom yang memiliki 6 proton pada intinya adalah atom dari unsur kimia karbon, dan semua atom yang memiliki 92 proton pada intinya adalah atom unsur uranium.

Tampilan unsur-unsur yang paling pas adalah dalam tabel periodik, yang mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kemiripan sifat kimianya. Daftar unsur berdasarkan nama, lambang, dan nomor atom juga tersedia.

Ion
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ion
Ion atau spesies bermuatan, atau suatu atom atau molekul yang kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron. Kation bermuatan positif (misalnya kation natrium Na+) dan anion bermuatan negatif (misalnya klorida Cl−) dapat membentuk garam netral (misalnya natrium klorida, NaCl). Contoh ion poliatom yang tidak terpecah sewaktu reaksi asam-basa adalah hidroksida (OH−) dan fosfat (PO43−).

Senyawa
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Senyawa kimia
Senyawa merupakan suatu zat yang dibentuk oleh dua atau lebih unsur dengan perbandingan tetap yang menentukan susunannya. Sebagia contoh, air merupakan senyawa yang mengandung hidrogen dan oksigen dengan perbandingan dua terhadap satu. Senyawa dibentuk dan diuraikan oleh reaksi kimia.

Molekul
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Molekul
Molekul adalah bagian terkecil dan tidak terpecah dari suatu senyawa kimia murni yang masih mempertahankan sifat kimia dan fisik yang unik. Suatu molekul terdiri dari dua atau lebih atom yang terikat satu sama lain.

Zat kimia
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Zat kimia
Suatu zat kimia dapat berupa suatu unsur, senyawa, atau campuran senyawa-senyawa, unsur-unsur, atau senyawa dan unsur. Sebagian besar materi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu bentuk campuran, misalnya air, aloy, biomassa, dll.

Ikatan kimia

Orbital atom dan molekul elektronArtikel utama untuk bagian ini adalah: Ikatan kimia
Ikatan kimia merupakan gaya yang menahan berkumpulnya atom-atom dalam molekul atau kristal. Pada banyak senyawa sederhana, teori ikatan valensi dan konsep bilangan oksidasi dapat digunakan untuk menduga struktur molekular dan susunannya. Serupa dengan ini, teori-teori dari fisika klasik dapat digunakan untuk menduga banyak dari struktur ionik. Pada senyawa yang lebih kompleks/rumit, seperti kompleks logam, teori ikatan valensi tidak dapat digunakan karena membutuhken pemahaman yang lebih dalam dengan basis mekanika kuantum.

Wujud zat
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Fase zat
Fase adalah kumpulan keadaan sebuah sistem fisik makroskopis yang relatif serbasama baik itu komposisi kimianya maupun sifat-sifat fisikanya (misalnya masa jenis, struktur kristal, indeks refraksi, dan lain sebagainya). Contoh keadaan fase yang kita kenal adalah padatan, cair, dan gas. Keadaan fase yang lain yang misalnya plasma, kondensasi Bose-Einstein, dan kondensasi Fermion. Keadaan fase dari material magnetik adalah paramagnetik, feromagnetik dan diamagnetik.

Reaksi kimia

Reaksi kimia antara hidrogen klorida dan amonia membentuk senyawa baru amonium kloridaArtikel utama untuk bagian ini adalah: Reaksi kimia
Reaksi kimia adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau penataulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.

Kimia kuantum
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kimia kuantum
Kimia kuantum secara matematis menjelakan kelakuan dasar materi pada tingkat molekul. Secara prinsip, dimungkinkan untuk menjelaskan semua sistem kimia dengan menggunakan teori ini. Dalam praktiknya, hanya sistem kimia paling sederhana yang dapat secara realistis di investigasi dengan mekanika kuantum murni, dan harus dilakukan hampiran untuk sebagian besar tujuan praktis (misalnya, Hartree-Fock, pasca-Hartree-Fock, atau teori fungsi kerapatan, lihat kimia komputasi untuk detilnya). Karenanya, pemahaman mendalam mekanika kuantum tidak diperlukan bagi sebagian besar bidang kimia, karena implikasi penting dari teori (terutama hampiran orbital) dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih sederhana.

Dalam mekanika kuantum (beberapa penerapan dalam kimia komputasi dan kimia kuantum), Hamiltonan, atau keadaan fisik, dari partikel dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dua operator, satu berhubungan dengan energi kinetik dan satunya dengan energi potensial. Hamiltonan dalam persamaan gelombang Schrödinger yang digunakan dalam kimia kuantum tidak memiliki terminologi bagi putaran elektron.

Penyelesaian persamaan Schrödinger untuk atom hidrogen memberikan bentuk persamaan gelombang untuk orbital atom, dan energi relatif dari orbital 1s, 2s, 2p, dan 3p. Hampiran orbital dapat digunakan untuk memahami atom lainnya seperti helium, litium, dan karbon.

Hukum kimia
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum kimia
Hukum-hukum kimia sebenarnya merupakan hukum fisika yang diterapkan dalam sistem kimia. Konsep yang paling mendasar dalam kimia adalah Hukum kekekalan massa yang menyatakan bahwa tidak ada perubahan jumlah zat yang terukur pada saat reaksi kimia biasa. Fisika modern menunjukkan bahwa sebenarnya energilah yang kekal, dan bahwa energi dan massa saling berkaitan. Kekekalan energi ini mengarahkan kepada pentingnya konsep kesetimbangan, termodinamika, dan kinetika.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kasih Yesus

Maret 15, 2008 at 1:12 am (Uncategorized)

Kasih Yesus sungguh indah di dalam kehidupan umat percaya. Ketika kita datang kepadanya dengan penuh kerendahan, pengharapan, yang disertai dengan ucapan syukur pasti kita akan dianugerahkan damai sejahtrah yang berasal dari pada-Nya. Sudah terlalu banyak kasih Yeses yang saya rasakan sejak saya percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruslamat pribadi saya. Saya selalu meminta pertolongan kepada-Nya dalam berbagai pergumulan hidup yang saya alami. Karena satu hal yang saya percaya bahwa “Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita” sesuai dengan janji firmannya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

About fisika

Maret 15, 2008 at 1:08 am (Uncategorized)

Fisika

Termodinamika MesinFisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), “alamiah”, dan φύσις (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Fisikawan mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.

Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.

Daftar isi
1 Sekilas tentang riset Fisika
1.1 Fisika teoretis dan eksperimental
1.2 Teori fisika utama
1.3 Bidang utama dalam fisika
1.4 Bidang yang berhubungan
1.5 Teori palsu
2 Sejarah
3 Arah masa depan
4 Lihat pula
5 Pranala luar

Sekilas tentang riset Fisika

Fisika teoretis dan eksperimental
Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses.

Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaska teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun.

Teori fisika utama
Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya. Teori-teori ini masih terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori tersebut.

Teori Subtopik utama Konsep
Mekanika klasik Hukum gerak Newton, Mekanika Lagrangian, Mekanika Hamiltonian, Teori chaos, Dinamika fluida, Mekanika kontinuum Dimensi, Ruang, Waktu, Gerak, Panjang, Kecepatan, Massa, Momentum, Gaya, Energi, Momentum sudut, Torsi, Hukum kekekalan, Oscilator harmonis, Gelombang, Usaha, Daya
Elektromagnetik Elektrostatik, Listrik, Magnetisitas, Persamaan Maxwell Muatan listrik, Arus, Medan listrik, Medan magnet, Medan elektromagnetik, Radiasi elektromagnetis, Monopol magnetik
Termodinamika dan Mekanika statistik Mesin panas, Teori kinetis Konstanta Boltzmann, Entropi, Energi bebas, Panas, Fungsi partisi, Suhu
Mekanika kuantum Path integral formulation, Persamaan Schrödinger, Teori medan kuantum Hamiltonian, Partikel identik Konstanta Planck, Pengikatan kuantum, Oscilator harmonik kuantum, Fungsi gelombang, Energi titik-nol
Teori relativitas Relativitas khusus, Relativitas umum Prinsip ekuivalensi, Empat-momentum, Kerangka referensi, Waktu-ruang, Kecepatan cahaya

Bidang utama dalam fisika
Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang yang mempelajari aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda kondensi, diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti benda padat dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom. Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan dengan individual atom dan molekul, dan cara mereka menyerap dan mengeluarkan cahaya. Bidang Fisika partikel, juga dikenal sebagai “Fisika energi-tinggi”, mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya. Terakhir, bidang Astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad raya secara keseluruhan.

Bidang Sub-bidang Teori utama Konsep
Astrofisika Kosmologi, Ilmu planet, Fisika plasma Big Bang, Inflasi kosmik, Relativitas umum, Hukum gravitasi universal Lubang hitam, Latar belakang radiasi kosmik, Galaksi, Gravitasi, Radiasi Gravitasi, Planet, Tata surya, Bintang
Fisika atomik, molekul, dan optik Fisika atom, Fisika molekul, Optik, Photonik Optik quantum Difraksi, Radiasi elektromagnetik, Laser, Polarisasi, Garis spectral
Fisika partikel Fisika akselerator, Fisika nuklir Model standar, Teori penyatuan besar, teori-M Gaya Fundamental (gravitasi, elektromagnetik, lemah, kuat), Partikel elemen, Antimatter, Putar, Pengereman simetri spontan, Teori keseluruhan Energi vakum
Fisika benda kondensi Fisika benda padat, Fisika material, Fisika polimer, Material butiran Teori BCS, Gelombang Bloch, Gas Fermi, Cairan Fermi, Teori banyak-tubuh Fase (gas, cair, padat, Kondensat Bose-Einstein, superkonduktor, superfluid), Konduksi listrik, Magnetism, Pengorganisasian sendiri, Putar, Pengereman simetri spontan

Bidang yang berhubungan
Ada banyak area riset yang mencampur fisika dengan bidang lainnya. Contohnya, bidang biofisika yang mengkhususkan ke peranan prinsip fisika dalam sistem biologi, dan bidang kimia kuantum yang mempelajari bagaimana teori kuantum mekanik memberi peningkatan terhadap sifat kimia dari atom dan molekul. Beberapa didata di bawah:

Akustik – Astronomi – Biofisika – Fisika penghitungan – Elektronik – Teknik – Geofisika – Ilmu material – Fisika matematika – Fisika medis – Kimia Fisika – Dinamika kendaraan

[sunting] Teori palsu
Fusi dingin – Teori gravitasi dinamik – Luminiferous aether – Energi orgone – Teori bentuk tetap

Sejarah
Artikel utama: Sejarah fisika. Lihat juga Fisikawan terkenal dan Penghargaan Nobel dalam Fisika.

Sejak jaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek celestial seperti Matahari dan Bulan.

Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.

Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert. Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Filosofi Natural Prinsip Matematika, memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses: Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber dari mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Prinsipia juga memasukan beberapa teori dalam dinamika fluid. Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitas memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.

Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik. Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panasa juga dalam energi mekanika.

Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael Faraday, George Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik.

Arah masa depan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: masalah tak terpecahkan dalam fisika
Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam banyak bidang, dan masih akan tetap begitu jauh di masa depan.

Dalam fisika benda kondensi, masalah teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas suhu-tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer kuantum bekerja.

Dalam fisika partikel, potongan pertama dari bukti eksperimen untuk fisika di luar Model Standar telah mulai menghasilkan. Yang paling terkenal adalah penunjukan bahwa neutrino memiliki massa bukan-nol. Hasil eksperimen ini nampaknya telah menyelesaikan masalah solar neutrino yang telah berdiri-lama dalam fisika matahari. Fisika neutrino besar merupakan area riset eksperimen dan teori yang aktif. Dalam beberapa tahun ke depan, pemercepat partikel akan mulai meneliti skala energi dalam jangkauan TeV, yang di mana para eksperimentalis berharap untuk menemukan bukti untuk Higgs boson dan partikel supersimetri.

Para teori juga mencoba untuk menyatikan mekanika kuantum dan relativitas umum menjadi satu teori gravitasi kuantum, sebuah program yang telah berjalan selama setengah abad, dan masih belum menghasilkan buah. Kandidat atas berikutnya adalah Teori-M, teori superstring, dan gravitasi kuantum loop.

Banyak fenomena astronomikal dan kosmologikal belum dijelaskan secara memuaskan, termasuk keberadaan sinar kosmik energi ultra-tinggi, asimetri baryon, pemercepatan alam semesta dan percepatan putaran anomali galaksi.

Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam energi-tinggi, kuantum, dan fisika astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya, menyangkut sistem kompleks, chaos, atau turbulens masih dimengerti sedikit saja. Masalah rumit yang sepertinya dapat dipecahkan oleh aplikasi pandai dari dinamika dan mekanika, seperti pembentukan tumpukan pasir, “node” dalam air “trickling”, teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam koleksi heterogen yang bergetar masih tak terpecahkan. Fenomena rumit ini telah menerima perhatian yang semakin banyak sejak 1970-an untuk beberapa alasan, tidak lain dikarenakan kurangnya metode matematika modern dan komputer yang dapat menghitung sistem kompleks untuk dapat dimodelkan dengan cara baru. Hubungan antar disiplin dari fisika kompleks juga telah meningkat, seperti dalam pelajaran turbulens dalam aerodinamika atau pengamatan pola pembentukan dalam sistem biologi. Pada 1932, Horrace Lamb meramalkan:

Saya sudah tua sekarang, dan ketika saya meninggal dan pergi ke surga ada dua hal yang saya harap dapat diterangkan. Satu adalah elektrodinamika kuantum, dan satu lagi adalah gerakan turbulens dari fluida. Dan saya lebih optimis terhadap yang pertama.

Portal Fisika
Cahaya
Elektron
Mekanika kuantum
Galvanometer
Daftar Fisikawan Terkenal

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

biologi

Maret 15, 2008 at 1:06 am (Uncategorized)

Biologi

Biologi mempelajari ilmu mengenai kehidupan. Dari kiri atas, E. coli, pohon pakis, rusa, kumbang GoliathBiologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda “biologie”, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios (”hidup”) dan λόγος,logos (”lambang”, “ilmu”). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya “ilmu kehidupan”).

Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.

Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.

Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kiani meruapakan subyek pelajaran sekolah dan universitas dai seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setial tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.[1]

Daftar isi [sembunyikan]
1 Asal mula biologi
1.1 Aristoteles dan biologi
1.2 Didirikannya biologi modern
2 Cakupan Biologi
2.1 Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
2.2 Pembagian Berdasarkan Organisasi Kehidupan
2.3 Pembagian Berdasarkan Interaksi
3 Lihat pula
4 Catatan kaki

Asal mula biologi

Aristoteles dan biologi
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, “filosofi alam” adalaha cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.

Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adlah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).[2]

Didirikannya biologi modern
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generalis et Dendrologia.

Cakupan Biologi
Lihat artikel utama Daftar Cabang-cabang Biologi

Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).

Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
Makhluk hidup atau organisme sangat beraneka ragam. Taksonomi mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan perbedaan yang dimiliki. Selanjutnya, berbagai kelompok itu dipelajari semua gatra kehidupannya, sehingga dikenallah ilmu biologi tumbuhan (botani), biologi hewan (zoologi), biologi serangga (entomologi), dan seterusnya.

Pembagian Berdasarkan Organisasi Kehidupan
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisasi. Hirarki organisme, dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi, adalah sebagai berikut:

sel;
jaringan;
organ;
sistem organ;
individu;
populasi;
komunitas atau masyarakat;
ekosistem; dan
bioma.
Kajian-kajian subindividu mencakup biologi sel, anatomi dan cabang-cabangnya (sitologi, histologi dan organologi), dan fisiologi. Pembagian lebih rinci juga mungkin terjadi. Misalnya, anatomi dapat dikhususkan pada setiap organ atau sistem (biasa terjadi dalam ilmu kedokteran): pulmonologi, kardiologi, neurologi, dan sebagainya).

Tingkat supraindividu dipelajari dalam ekologi, yang juga memiliki pengkhususan tersendiri, seperti ekofisiologi atau “fisiologi lingkungan”, fenologi, serta ilmu perilaku.

Pembagian Berdasarkan Interaksi
Hubungan antarunit kehidupan maupun antara unit kehidupan dan lingkungannya terjadi pada semua tingkat organisasi.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Februari 28, 2008 at 2:52 am (Uncategorized)

Kenapa Saat Teduh Membosankan?

Banyak sekali anak-anak Tuhan yang mengalami kesulitan dalam bersaat teduh. Rasa bosan dan jenuh mungkin adalah sebab yang terutama. Ada yang merasa berdosa sekali karena lalai dalam saat teduhnya dan sadar bahwa saat teduh adalah waktu yang amat penting dalam kehidupan rohaninya. Ada juga yang cuek karena merasa sudah berulang kali berusaha tetapi selalu menemui jalan buntu

Mengapa demikian? Seperti kebanyakan anak Tuhan mungkin anda mengikuti pola dibawah ini untuk bersaat teduh:

Mencari tempat yang tenang
Berdoa
Menggunakan buku penuntun seperti Renungan Harian, Wasiat, Saat Teduh dll
Membaca bagian Alkitab yang tertulis di buku penuntun anda
Membaca artikel singkat dari buku penuntun anda
Berdoa lagi
Saat teduh selesai
Pola di atas memang baik dan banyak orang yang mendapat berkat.

Namun, banyak juga yang merasa bosan dan jenuh karena saat teduh telah berubah menjadi rutinitas, karena cara di atas agak condong mengambil “jalan/approach” yang mengutamakan “pengetahuan” atau rasionil. Banyak anak Tuhan yang mengeluh kalau malam harinya, mereka sudah lupa apa yang tadi pagi mereka saat teduhkan

Saya hendak mengajak anda melihat dan merenungkan kembali inti atau arti saat teduh itu sendiri. Saat Teduh pada dasarnya adalah waktu yang di khususkan untuk bersekutu dengan Tuhan. Bersekutu berarti bertemu, tapi bukan sekedar bertemu. Bersekutu adalah pertemuan dua hati, hati Allah Sang Pencipta bertemu dengan hati manusia ciptaanNya. Saat Teduh adalah saat anda “curhat” kepada Allah dan saat Allah “curhat” kepada anda. Sederhana bukan?

Bagaimana caranya?

Carilah tempat yang tenang. Datanglah dengan hati yang haus akan Allah. Tenangkan pikiran anda dan ketahuilah Allah hadir di situ. Nikmati hadirat-Nya. Curahkanlah isi hati anda di hadapan-Nya. Bila anda sedang sedih, menangislah. Rasakan belaian tangan kasih-Nya. Bila anda sedang gembira bersyukurlah, berteriak/bersorak memuji Dia. Bernyanyilah kepada Nya. Berdiamlah di hadapan-Nya, jangan bersuara, nikmati saja waktu anda bersamaNya. Bila Allah berbicara di dalam hati anda, dengarkanlah. Bila Allah tidak berbicara, jangan kuatir.

Bagaimana dengan Firman Tuhan? Apakah tidak digunakan dalam bersaat teduh? Dalam saat teduh, Alkitab tidak digunakan untuk menambah pengetahuan anda, tetapi untuk memberi “makan” pada hati (roh) anda. Caranya?

Mari kita gunakan Mazmur 23 sebagai contoh. Bacalah Mazmur 23 dengan perlahan dan lembut. Resapilah ayat demi ayat. Bila ada ayat yang menyentuh hati anda, berhentilah sebentar dan ucapkan syukur atau ubah ayat tersebut menjadi doa. Misalnya:”Terima kasih Yesus, saya tidak akan kekurangan. Terima kasih Yesus, Engkau membaringkan saya di padang yang berumput hijau.” Atau ubah ayat itu menjadi lagu dan nyanyikanlah.

Cara di atas hanyalah salah satu cara, BUKAN cara yang paling benar. Bila anda tertarik untuk menambah pengertian anda mengenai kehidupan rohani yang dalam; buku “Experiencing the Depths of Jesus Christ ” dapat membimbing anda menuju kehidupan rohani yang dalam.Semoga dapat memperkaya kehidupan rohani anda. Share-lah artikel ini dengan teman teman anda.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Februari 28, 2008 at 2:48 am (Uncategorized)

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Roma 6:23

Allah … yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

1 Petrus 1:3

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kasih Yesus

Februari 28, 2008 at 2:46 am (Uncategorized)

Apa artinya Allah adalah kasih?

——————————————————————————–

Pertanyaan: Apa artinya Allah adalah kasih?

Jawaban: Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).

Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.

Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luarbiasa!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »